UJI AKTIVITAS KOMBINASI EKSTRAK ETANOL DAUN ECENG GONDOK (Eichhorniacrassipes) DAN DAUN SELEDRI (Apiumgraveolens L.) TERHADAP LUKA SAYAT PADA KULIT MENCIT (Mus musculus)

Main Article Content

Leonov Rianto
Dian Lestari
Panji Ratih Suci

Abstract

Penyembuhan luka sayat pada kulit dipengaruhi oleh fase inflamasi, fase maturasi dan fase proliferasi.Daun eceng gondok dan daun seledri ialah salaha satu tanaman yang dapat menyembuhkan luka karena kandungan flavonoid, saponin, tannin.Tujuan penelitian ini adalah mengetahui uji aktivitas kombinasi ekstrak daun eceng gondok (Eichhornioa crassipes) dan daun seledri (Apium graveolens L.) terhadap luka sayat pada mencit (Mus musculus).Metode ekstraksi penelitian menggunakan ekstraksi dan pelarut etanol 70%.Uji yang dilakukan uji bebas etanol, uji skrining fitokimia, uji kromatografi lapis tipis (KLT), dan pengujian luka sayat menggunakan mencit yang dilukai.

Downloads

Download data is not yet available.

Article Details

How to Cite
Leonov Rianto, Dian Lestari, & Panji Ratih Suci. (2020). UJI AKTIVITAS KOMBINASI EKSTRAK ETANOL DAUN ECENG GONDOK (Eichhorniacrassipes) DAN DAUN SELEDRI (Apiumgraveolens L.) TERHADAP LUKA SAYAT PADA KULIT MENCIT (Mus musculus). AFAMEDIS, 1(2), 42-48. Retrieved from https://www.journal-afamedis.com/index.php/afamedis/article/view/22
Section
Articles

References

Aniek, S. 2003. Kerajian Tangan Eceng Gondok. Jawa Tengah: Balai Pengembangan Pendidikan Luar Sekolah dan Pemuda (BPPLSP)
Arnelia, 2002.Fitokimia, Komponen Ajaib Cegah PJK, Diabetes Militus& Kanker. Diakses tanggal 24 Januari 2020
Dahlan, S. M. 2013. Besar Sampel dan Cara Pengambilan Sampel. Jakarta: Salemba Medika
Gritter Roy, James M. Bobbit, Arthur Eschwarting. 1991. Pengantar Kromatogarfi Edisi ke-2. Bandung (ID): ITB
Sjamsuhidayat R, 2010. Buku Ajar Ilmu Bedah. Edisi ketiga. Penerbit Buku Kedokteran EGJ. Jakarta
Notoatmodjo, S. 2010. Metodologi Penelitian Kesehatan. Rineke Cipta. Jakarta, Indonesia. Hal.112; 130; 174 – 176
Pudjiastuti. 1996. Penelitian tentang Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Obat Tradisional. Bogor : Badan Penelitian Tanaman
Sastroasmoro S. dan Ismail S. 2014.Dasar – dasar Metodologi Penelitian Klinis (Edisi ke-5).SagungSeto. Jakarta. Hal.56-57; 95- 96; 301-303.
Young A, 2015.The Phisiology of Wound Healing, (https:www.researchgate.net,Diakses pada tanggal 24 Januari 2020).
Katno, S dan Pramono.2002.Tingkah Manfaat dan Keamanan Obat dan Obat Tradisional. Yogyakarta: Fakultas Farmasi UGM.

Kurniawan, A. 2002.Gizi Seimbang untuk Mencegah Hipertensi. Jakarta: Fakultas Kedokteran Yarsi
Kristiana, Hery.2008. Gamabaran Darah Mencit yang diberi Salep Ekstrak Etanol dan Fraksi HexanRimpang Kunyit pada Proses Penyembuhan Luka Skrisp.Fakultas Kedokteranm Hewan Institut Pertanian Bogor.
Mukharani. 2014. Ekstarksi. Pemisahan Senyawa, dan Identifikasi Senyawa Aktif. Jurnal Kesehatan. 7 (2): 361-362)
Pudjiastuti, Dzulkarnain B., NuratmiB..1996. Uji Analgesik Infus RimpangLempuyung Pahit (Zingiberisameriacana BL) pada Mencit Putih.(Diakses 24 Jaauari 2020)
Ronald I., Prior C., Cao G. 2000. Antioxidant Phytochemicals in Fruit and vegetables: Diet and Healt Implications. Horticultura Science, 5(4): 588-592.
Sowbhagya, H. B. 2014. “Chemistry, Technology, and NutraceuticalFuntions of Celery: An overview.” Critical Reviews in Food Science and Nutrition 54(3):389-98
Sudarsono, Agus P. Didik G, dkk. 1996. Tumbuhan Obat. Yogyakarta : UGM.